Pengalaman handphone murah

seklias saya akan berbagi pengalaman dengan handphone murah tidak bermerek.

Saya ada seorang kawan yang baru2 ini membeli sebuah handphone bermerek antah berantah. Yang saya maksud dengan antah berantah disini bukannya bener2 tidak ada merek. Perusahaan handphone tersebut memajang iklan cukup banyak dijalanan dan koran.

Hanya dengan 400rb-an saja, handphone berkeypad QWERTY dapat dimiliki dengan mudah.

Ceritanya, kawan saya tersebut, dengan membawa handphone yang baru dimilikinya selama 10 hari pergi membeli soto ayam di dekat rumahnya. Pada saat mau membayar, handphone tersebut di letakan pada kantung makanan bersama dengan soto. sesampainya dirumah, handphone nya mati total. padahal tidak terkena tumpahan air. hanya karena di taruh bersebelahan dengan soto.

Jujur saja, saya belom pernah melakukan hal yang sama dengan handphone bermerek papan atas seperti nokia, sony ericson, samsung, lg, dll. Tapi saya hanya bingung saja, dan jadi was-was dengan barang murah yang murahan.

Bila dari pembaca ada yang mengalami hal yang sama, harap di share.

Terima kasih.

Iklan

CDMA vs. GSM… the begining.

Seharusnya sih GSM vs. CDMA ya. Karena CDMA itu udah kalah dalam persaingan global dan akan punah dengan segera.

Sekilas mengenai perbandingannya.

CDMA

  • Di motori oleh QUALCOM, America. pada awalnya sangat sombong sekali. user membeli handset ada nomornya (dalam istilah bahasa kita2 ini… suntik). Tujuannya qualcom adalah memprotect operator. jadi user tidak dapat berpindah2 operator seenak perut. Dan operator dapat mengeruk keuntungan gila-gilaan ketika user pergi keluar negri dengan harga roaming yang bener2 tidak masuk akal.
  • Untuk memproduksi handphonenya dikenakan biaya royalti yang mahalnya minta ampun. pada awal2 2000-1x keluar, US$100/handphone, lalu setelah sadar akan kekuatan GSM turun menjadi US$40/handphone. Saat ini sudah tinggal beberapa dolar saja.

GSM

  • Di motori oleh GSMA (GSM Asociation), yang merupakan asosiasi pembuat handphone GSM seperti nokia, motorola, sony, ericson (sekarang sony ericson), siemens, samsung, lg, dll…
  • Tidak sombong seperti qualcom, dari pertama di design, emang sudah di setel dengan menggunakan SIM card, sehingga user bisa ganti2 kartu SIM kapan saja.
  • Tidak memerlukan royalti yang besar, sehingga handphone GSM bisa lebih bersaing di bandingkan CDMA.
%d blogger menyukai ini: