WiMax

UPDATE:

Article ini sudah saya update disini: https://tariftelpon.wordpress.com/2011/01/23/tips-membeli-layanan-internet/

WiMax

barang baru yang sering di gembar gemborkan oleh media sebagai 4G. Padahal ini adalah salah. menurut dari perjanjian oleh para pembuat barang2 telekomunikasi WiMax BUKAN 4G. Dan bilamana operator ada yang nakal menyatakan WiMax sebagai 4G itu adalah kelewatan, karena mereka seharusnya tau WiMax bukan 4G. Ralat, per tanggal 19 december 2010, ITU menyatakan bahwa Wimax adalah 4G

Perlu diketahui, Wimax bukanlah penerus dari CDMA atau GSM. Wimax merupakan barang baru, yang pada saat perencanaannya menjanjikan apa yang tidak dapat diperoleh dari CDMA dan GSM. Pada jaman tersebut GSM hanya pada EDGE, sangatlah pelan.

Akan tetapi, pada saat Wimax mulai keluar, harganya mahal, dikarenakan specific banget pemakainya (data only), dan ada kendala2 yang harus mereka hadapi. Sedangkan 3G (WCDMA) yang pada saat tersebut hanya 386kbps  ternyata cepat adopsinya, dan banyak orang yang merasa tidak perlu pake WiMax, 3G saja sudah cukup. Hal ini membuat kubu WiMax terpukul berat.

Pada saat Wimax berhasil menurunkan costnya, 3G sudah berevolusi menjadi 3.5G HSDPA up to 7.2Mbps, lalu HSPA yang mencapai 44Mbps.

Pada saat ini Wimax di luar negri sudah mulai hancur lebur. pengguna yang akan memakai internet lebih memilih handphone yang bisa di tether ke notebook (memakai internet handphone dari notebook dengan menggunakan teknologi kabel USB atau wifi). karena tidak perlu membayar 2 buah bill. bila menggunakan handphone hanya perlu bayar ke 1 perusahaan doank, dan dapat dipakai kapan saja mau (beli paket pada saat membutuhkan).

Anehnya, di Indonesia Wimax di gembar gemborkan akan menjadi hebat. Saya hanya berharap bahwa jangan sampai uang jerih payah beli modem wimax serasa menceburkan uang kedalam sumur. Hati2 jika mau membeli modem wimax. sebaiknya pikir baik2. Karena bila beli handphone 3G/3.5G bisa dipakai di seluruh indonesia dan seluruh dunia. Tapi bila beli wimax, misalnya langanan ama Sitar (by lippo) hanya bisa di jakarta, bila ke bandung, ngak jalan. jadi ngak ada guna.

4 Responses to WiMax

  1. Mas Gaptek mengatakan:

    Wimax secara teori juga memungkinkan berjalan di kecepatan 4G, dan konsepnya memang bukan berbasis seluler (tidak digabung dgn voice/SMS)sehingga harapannya bisa lebih stabil. Sebenarnya masyarakat kita tidak perlu lah yg kenceng2 banget, yg penting stabil. Saya aja pake fastnet 1 Mbps rasanya sudah sangat cukup banget. Tidak peduli siapa yg menggelar, apakah seluler (GSM/CDMA) ataupun Wimax asalkan stabil, murah dan handal saya yakin masyarakat akan merespon dengan baik.

    • tariftelpon mengatakan:

      Salam kenal Mas Gaptek,

      Saya mengerti apa yang mas gaptek berusaha untuk sampaikan, yaitu bahwa end-user tidak perduli teknologi apa yang akan digunakan, selama harga over performance baik, user akan memakainya.

      tetapi tema yang saya coba perkenalkan dalam blog saya ini emang sengaja berbeda dari blog2 lainnya. Biasanya kalau ada layanan baru, blog lain tersebut akan mencoba kecepatan dengan speedtest lalu menilai technology mana yang lebih baik/cepat.

      Tema yang coba saya usung disini adalah technology yang akan memberikan nilai lebih karena dapat dipakai lebih lama. Untuk informasi background saya adalah termasuk orang yang suka2 technology. saya punya barang tak berguna yang dulu belinya mahal tuh banyak. barang2 yang termasuk unik antara lain, sharp zaurus, sony clie, palm pda, handphone CDMA yang termasuk canggih, dan juga barang2 computer, electronik, walkman sony tertipis, MiniDisk (MD), HD-DVD, dan masih banyak lagi.

      Dari pengalaman saya yang dulu itu, saya merasa ingin berbagi dengan yang lain, jangan sampai terpancing oleh kata2 keren, bagus, hebat, lalu membeli barang yang akan disesali.

      Salah satu barang tersebut adalah WiMAX, yang mana di indonesia di gembar gemborkan sebagai yang akan menjadi raja di masa akan datang, tetapi di luar negri sudah dinyatakan gagal. Tulisan saya beralasan karena jangan sampai ada user yang beli alat2 wimax canggih, lalu nyesel kok diluar negri semuanya LTE. Sama seperti saya menyesali belasan barang2 CDMA canggih saya.

      Mengenai kecepatan, Wimax tadinya bukan 4G, baru 2 hari yang lalu, akhirnya disetujui bahwa Wimax boleh digolongkan masuk technology 4G.

      • Mas Gaptek mengatakan:

        Maaf saya lupa memperkenalkan diri, salam kenal ya. Terima kasih buat tanggapannya dan saya setuju visi misi anda untuk menghindarkan pembaca dari akal-akalan produsen. Saya yakin blog anda akan bermanfaat dan sukses, salam..

        • tariftelpon mengatakan:

          Salam kenal juga mas gaptek.

          Semoga uang belajar saya yang terbuang hanya untuk kenikmatan sesaat tersebut (membeli barang2 yang salah arah) dapat bermanfaat sehingga jangan sampai yang uangnya pas2an kena akal2an iklan.
          🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: