Tiffatul vs. Pornography.

Pertempuran antara Menkominfo Tifatul Sembiring terhadap RIM (Research in motion) akhirnya dilakonin dengan memblokir situs2 berbau pornography oleh RIM. Tapi apakah ini berarti bahwa Tifatul/Indonesia telah menang melawan pornography?

Sebelom saya melanjutkan ini saya akan mengutip kata2 dari seorang ahli internet. “When I was a kid it’s hard to find porn (on the net), but right now it’s hard to avoid it“. Pornography di Internet emang sudah sampai ke taraf yang sangat gawat, dan dapat mengancam penerus bangsa (anak2). Coba saja cari di internet misalkan crack/warez/bajakan terhadap sebuah aplikasi, atau game atau lagu atau video. Maka iklan2 disekitar download link tersebut 99% adalah pornography. Dan terkadang, kita klik terhadap link tersebut, bukan software yang muncul, tetapi pornography.

Di Indonesia ini juga masih banyak ortu yang gaptek sehingga kontrol terhadap anak2 dibawah umur terhadap computer/internet itu sangat kurang. Bisa saja bila anak2 yang mungkin tujuannya ingin main curang dalam bermain game dengan mencari cheat code atau game di crack biar bisa ada kemampuan special ternyata terjerumus dalam pornography.

Tetapi permasalahan pornography tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Kawan saya telah memberi contoh bahwa walaupun RIM sudah memblock akses pornography, tetapi masih saja ada yang lewat. Dan bagaimanapun juga caranya pasti akan lewat karena apabila orang sudah bertekad mencari pornography, cara apapun bisa ditempuh.

Contoh:

1. apabila saya mengambil sebuah gambar JPG, lalu saya encript, apakah web browser masih bisa mendetek jpg saya mengandung pornography?

2.  apabila saya melalui VPN, bagaimana caranya RIM atau siapa saja melihat isi data packet saya?

3.  Atau misalnya diseludupkan melalui bentuk fisik sebanyak 250GB punya gambar porno

4. dan masih banyak cara2 lainnya lagi.

Menurut hemat saya, akan lebih tepat, bilamana kita mendidik generasi muda kita untuk menjauhi pornography. Tetapi bilamana mereka sudah sampai usia dewasa, kebebasan menikmati pornography tidaklah di campuri oleh orang lain. Karena… andaikata ada yang bilang maksiat tidak bisa masuk surga, toh yang tidak lihat (dan peduli), tetap akan masuk surga. Kenapa harus urusin urusan orang lain???… To each his own…

BONUS:

Video dari youtube mengenai Tifatul dan Michele obama…. apa ini rated R ya??

hahahaha

4 Responses to Tiffatul vs. Pornography.

  1. liat2aja mengatakan:

    cari sensasi aja tuh… biar dianggap punya ‘prestasi’… Harusnya ganti nama aja, jangan Menkominfo lagi… Menteri Urusan Pornography aja

  2. baronlay mengatakan:

    hoho emang se demikian adanya pak, aku drdl pake hp buat inet tak merasa terblokir jika pengen sekadar liat or dunlut porn, but skr uda jarang pengen liat yg begituan, bosen gt2 aja, jarang ada yg baru, ada pun yg baru jua males dunlut lg, bikin batery panas en ngembung..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: