Kenapa America membenci Nokia

Nokia tidak menerima kejayaannya begitu saja dari langit. Dalam prosesnya, banyak yang menjadi korbannya.

Korban2 nokia (urutan tidak menentukan qualitas/quantitas korban)

1. Qualcom

Qualcom adalah pemilik hak patent atas modulasi CDMA. Qualcom bermarkas besar di America Serikat. Nokia sempat mendukung 2 buah modulasi, yaitu GSM & CDMA, tapi belakangan nokia menghentikan support smartphone pada CDMA, dan memfocuskan smartphone dan jajaran handphonenya pada GSM. Alasan nokia smartphone keluar dari CDMA adalah karena CDMA dinilai nokia tidak akan mampu bertahan melawan GSM. Pada saat itu CDMA adalah pendukung NON-SIM CARD (alias suntik), sedangkan GSM adalah pendukung SIM card. Nokia percaya bahwa pengguna handphone tidak dapat dikorbankan kebebasannya. Pengguna handphone adalah raja. Sedangkan Qualcom percaya bahwa untuk memaksimalkan profit operator, pengguna handphone harus di ikat, tidak bisa pindah2 operator sembarangan, dan kalau keluar negri dan roaming, itu adalah bahan untuk extra profit dari operator. Dan kenyataannya sekarang ini GSM mendominasi 95% dari pasaran. Hal ini membuat Qualcom cukup dongkol, karena waktu itu nokia sudah lulus uji coba symbian CDMA 6635, yang akan merupakan smartphone nokia yang ke 5 setelah 7650, 3650, 6600, 6630. Dan pada saat itu perbandingan jumlah pemakai GSM dan CDMA masih sekitar 1:4 – 1:5. Jadi CDMA belom kalah jauh banget, dan masih mungkin ngejar.

2. Palm

Palm adalah pesaing utama Symbian. Pada masa awal2 sebelom symbian, Palm bersaing ketat dengan Psion (yang akhirnya berubah menjadi symbian). Masuknya Psion/Symbian ke dunia ponsel cukup mengejutkan pihak Palm.

Ketika itu OS Palm dan Symbian terkenal akan kemudahan penggunaannya (easy of use). Tetapi perbedaan utama antara symbian dan palm adalah symbian di design sebagai OS yang dapat memakai batery AAA selama 1 bulan. Sedangkan Palm haus akan batery. Pada saat symbian masuk ke dunia handphone, penjualan palm hancur besar2an. Dan palm tidak dapat melawannya, karena pada saat itu bila handphone menggunakan operating system Palm, dalam waktu 6-9 jam batery nya akan habis.

Ketika Palm berhasil membereskan masalah OSnya. Palm sudah kehabisan dana, peluang dan pendukung.

3. Microsoft Windows CE/Mobile

Microsoft sempat menjadi pesaing Symbian & Palm di dunia PDA. Kelebihan Microsoft Windows adalah orang kenal dengan microsoft, dan mengganggap bahwa windows adalah hebat. Kekurangan Windows adalah karena ingin membuat miniatur OS Windows yang di computer, tampilan jadi tidak baik. banyak space/tempat yang terpakai untuk gambar windows/kotak. Pada saat itu Palm dan symbian tampilannya lebih cocok di handphone/pda.

Windows tidak bertahan lama. Mencoba berevolusi beberapa kali, tetapi akhirnya tidak mampu melawan kekuatan symbian.

4. Motorola

Motorola adalah perusahaan handphone nomor 1 sebelom nokia mengambil alih pada tahun 1998. Setelah itu hanya dalam kurun waktu 4 tahun Motorola berada pada posisi 9. Motorola sudah hampir bangkrut beberapa kali. Pada tahun 2010 Motorola menjual divisi non-mobile phonenya ke Nokia.

5. Siemens, philips, Erricson, Alcatel.

Ini 4 adalah perusahaan Eropa yang tidak mampu bersaing dalam dunia ponsel.

KATA AKHIR:

Korban nomor 1-4 nokia, semuanya bermarkas besar di Amerika. Dan Qualcom memiliki hubungan yang baik dengan kongress (DPR/MPR) amerika. Qualcom adalah salah satu perusahaan yang mendukung america waktu perang di Irak. Qualcom sempat marah ketika pemerintahan Irak yang baru ketika akan membangun fasilitas handphoneya lagi memilih GSM. Qualcom pada saat itu mendesak pemerintah Amerika untuk menekan Irak supaya memilih CDMA bila ingin mencairkan bantuan dana setelah perang dari America.

Maka dari itu sepertinya media America selalu memberikan nada negatif bila me-review Nokia, dan sepertinya media di Indonesia semuanya latah. Hanya bisa mengulang apa saja kata2 america.

Sebagai contoh, media di amerika sering menggambarkan user interface dari nokia symbian (dan juga symbian^3) sangatlah tidak user friendly. Saya kebetulan memiliki iphone warisan dari saudara di luar negri. Harus saya akui bahwa perbedaan user interface iphone dan nokia adalah, anak umur 3 tahun saya dapat mengerti iphone dalam waktu 1 menit dan nokia symbian^3 dalam waktu 5 menit. Pendek kata user interface iphone adalah mudah digunakan. Akan tetapi itu bukanlah sesuatu hal yang menentukan. Ada hal2 lain yang menentukan, seperti misalnya kalau di compare dengan N8, ada HDMI + analog TV out pada N8. Ganti kartu dari XL ke As, sampai ke provider luar negri, settingan GPRS selalu sudah tersedia pada nokia. Belom lagi faktor harga. Untuk hal yang lebih baik, nokia lebih murah. Bilamana media amerika mengatakan bahwa user interface nokia adalah sampah, jadul, saya rasa hanya bisa dikatakan mereka kalah oleh anak umur 3 tahun. Satu hal lagi yang sering dibawa2 oleh media america. Web browser iphone lebih baik dibandingkan nokia. Saya hanya ingin menambahkan, dalam beberapa aspect benar. Web browser iphone lebih cepat, lebih responsive, akan tetapi tidak bisa liat flash. Nokia web browser support flash. Ini adalah hal yang tidak pernah dikatakan media amerika ketika membandingkan nokia dengan iphone, akan tetapi ketika membandingkan google android dengan iphone, akan di tulis.

Contoh lainnya adalah, ketika iphone 2G keluar, iphone belom bisa MMS, belom bisa video call, belom bisa multitasking. Media america mengatakan siapa yang butuh MMS, kalau bisa kirim foto melalui email. MMS itu bayar, email gratis (dengan asumsi pake internet unlimited). Tetapi ketika iphone 3GS keluar bisa MMS, media america memuji bahwa iphone telah merubah yang baik menjadi lebih baik. Sama juga dengan video call & multitasking. Pada saat iphone non-4G keluar, ketika nokia menonjolkan video call & multitasking, media america mengejeknya, tetapi ketika iphone 4 keluar dengan multitasking & video call, media america seperti kesurupan. Lihat anecdotal mengenai iphone4.

Selain korban di atas, competitor nokia yang baru adalah Apple & Google Android & juga Microsoft yang berusaha lagi dengan Windows7Mobilenya, yang mana bermarkas besar di America. Dan juga BlackBerry yang merupakan tetangga Amerika. Maka dari itu bilamana kita melihat sentiment negatif dan pro ke android/apple dari media di america, itu adalah bentuk antipati mereka kepada musuh amerika…. yaitu nokia.

 

UPDATE:

harap melihat lanjutan article ini disini: https://tariftelpon.wordpress.com/2011/02/15/dijajah-amerika/

Iklan

Tips membeli layanan internet

Berikut ini adalah kiat berlangganan internet. Yang akan saya tekankan bukanlah pilih operator selular mana, tetapi hal2 yang lebih mendasar.

Wireless vs. Wired.

Berlangganan internet wireless memiliki keuntungan yang tidak dapat dilawan oleh wired, yaitu keuntungan dapat bergerak2 dan masih dapat menikmati internet. Dan bilamana pengguna adalah orang yang tinggal sendiri (misalnya kost), tidak ada gunanya berlangganan 2 internet (wired+wireless). Akan tetapi internet Wired memiliki keuntungan yang tidak dapat dilawan oleh wireless, yaitu Kecepatan yang lebih stabil & hampir tidak ada quota.

Permasalahan wireless yang utama adalah Bandwith (kecepatan) itu dipengaruhi oleh jumlah orang yang akses ke BTS (Base Transmission Station) pada saat bersamaan. Apabila sebuah BTS memiliki misalnya 300MBPs, dan hanya 1 orang yang sedang ber-internet ria, yang lainnya tidur, theoretical maximum speednya adalah 300MBps atau sesuai dengan technology handphonenya… mana yang lebih rendah (kalo handphonenya cuma bisa GPRS ya ngak bisa cepet juga). Hal inilah yang menyebabkan wireless & wired selalu ada pro & kontranya.

Layanan internet wired pada saat ini yang terbaik adalah menggunakan Fiber optik seperti layanan biznet. Layanan dengan fiber optic ini memiliki theoretical maximum speed sebesar 40GBps. Pada saat ini kita dapat menyewa internet dengan link ke internet dari biznet dengan kecepatan up to 20MBps dengan dengan QOS 5jam. Yang artinya dalam 1 tahun di jamin downtime dan gangguan speed bila di total tidak melebihi dari 5 jam. Tetapi kedepannya biznet dapat saja memberikan layanan 100MBps atau 1GBps ke pelanggan tanpa upgrade hardware/software apapun. Di luar negri layanan internet dengan fiber berkecepatan 100Mbps sampai ke rumah bukan barang aneh lagi. Pada saat ini telkom juga sedang merubah jaringan mereka untuk dapat memberikan layanan fiber optik secara national di tahun 2015.

Solusi Hybrid atau solusi banci?

Selain wired dan wireless tersebut, baru2 ini ada layanan yang sebenernya termasuk hybrid/banci solution. Saya katakan hybrid/banci karena menurut saya solusinya tidak bener2 true wireless. Layanan tersebut adalah WiMax dari Sitar yang dimiliki oleh Lippo Group.

Kekurangan dari layanan Wimax ini adalah, walaupun sebenernya wireless, tetapi tidak benar2 true wireless. Lisensi Wimax di Indonesia adalah per daerah. bukan national. Jadi apabila saya berlangganan wimax ke perusahaan sitar tersebut di jakarta, saya hanya bisa pake di jakarta, karena sitar hanya beroperasi di jakarta saja.

Emang secara harga wimax mengikuti harga wired dan di arahkan untuk bersaing dengan FastNet & Telkom Speedy dengan pertimbangan harga wired tapi bisa di gotong2 ke seluruh jakarta. Tetapi jangan lupa, bahwa karena technologynya wireless, maka wimax tidak dapat melawan kekurangan utama dari wireless, yaitu bahwa bandwithnya itu di share. Jadi bilamana ada 1000 pelanggan di suatu daerah, sudah pasti semua pelanggan tersebut akan ngomel2. Hal ini berbeda dengan FastNet, Speedy & Biznet yang menggunakan technology wired, yang tidak akan ada masalah tersebut. Dan juga dikarenakan Sitar dari Lipo Group mentargetkan pelanggan wired, dan memberikan paket tanpa quota, maka itu kemungkinan besar penggunanya akan memakai bandwith besar2an seperti wired. Dan jangan kaget juga bilamana misalnya di tahun2 akan datang layanan dengan kecepatan 20MBps dengan technology kabel telpon atau coaxial dapat dinikmati dengan harga terjangkau. Karena di luar negri semisal singapore, hongkong, korea, japan, findland, new zealand, layanan 20MBps ke rumah menguasai lebih dari 70% layanan broadband.

Selain itu yang ingin saya tambahkan adalah, Wimax sebenerya sudah ada dari 10 tahun yang lalu. Andai saja waktu itu Wimax berkembang di Indonesia, tentu saja pasti sudah menguasai pasar secara besar2an, karena waktu itu persaingan masih dikit, dan wimax mampu bersaing dengan wired. Akan tetapi WiMax di luar negri sudah mulai di afkir, karena technologynya mulai terasa jadul, dan jadi seperti technology banci, karena true mobile akan menggunakan celular technology yang bisa dipakai seluruh national dan bahkan bisa dipakai ketika ke luar negri (baik dengan cara roaming, atau beli kartu perdana di luar negri). Dan yang bener2 mengharapkan bandwith besar dengan stabilitas tinggi tidak akan mau meninggalkan technology wired nya (semisal fiber optic).

Tarif Telpon Antar operator UPDATE

Tahun baru rasanya tidak lengkap jika saya tidak meng-update tarif ANTAR OPERATOR.

Berikut ini adalah tarif antar operator per 19 January 2011.

1. Telkom Flexi

2. Esia

3. StarOne

4. Fren

5. XL

6. Indosat

7. Telkomsel

8. Three

9. Axis

Seperti biasa, tarif yang akan saya gunakan adalah TARIF ATAS. Yaitu tarif SLJJ antar operator & SLJJ ke telpon rumah. Dengan alasan, karena sekarang nomor HP itu tidak bisa diketahui asal muasalnya, bisa saja kita menelpon SLJJ tanpa sadar. Contoh. Saya memiliki kerabat yang membeli nomornya di sulawesi, dia bukan orang sulawesi, tetapi karena waktu ke sulawesi melihat nomor cantik tersebut dia membelinya. Bagi kawan2 dia yang di Jakarta, dan tidak tau hal tersebut, apabila menelpon kerabat saya tersebut, akan kaget bila pulsanya tersedot habis dengan cepat.

Kubu CDMA

  • Flexi 1364-1454/menit
  • Esia 2727-2273/menit
  • StarOne 1250/menit
  • Fren 1320-1650/menit

Kubu GSM

  • XL 1800-2100/menit *XL banyak paket, paket yang lain kepala saya liatnya mumet
  • Indosat 1750/menit (paket mentari), 1800/menit (paket sakti), 1500/menit (paket IM3)
  • Telkomsel 1800-2100/menit (simpati), 600/menit (As)
  • Three 1000/menit
  • Axis 900/3menit, 600/menit (pake4, free2)

Pertama-tama, saya akan memberikan penghargaan kepada Esia, karena tarif SLJJ antar operator nya yang PALING mahal. Esia mendapat nilai E.

Lalu, untuk tarif di atas 1700/menit, akan saya berikan nilai D. Pemenangnya adalah XL, Indosat (mentari), Telkomsel (Simpati)

Lalu, untuk tarif di atas 1200/menit, saya akan berikan nilai C. Pemenangnya adalah Flexi, StarOne, Fren, Indosat (IM3)

Untuk tarif di atas 950/menit, saya akan berikan nilai B. Pemenangnya adalah THREE

Untuk tarif termurah, saya berikan nilai A. Pemenangnya adalah Axis, dan Telkomsel (As).

Khusus Axis, saya berikan A+, karena bila memakai tarif Rp. 600/menit, itungannya per 100 rupiah (10detik), sedangkan As langsung potong Rp. 600 sekali telpon, dan bilamana menggunakan tarif Rp. 900/3menit, kalau telpon lama lebih murah.

KESIMPULAN: Jaman sekarang banyak yang ngaku2 murah, tapi belom tentu murah. Bila kita cermat dan teliti, akan lebih hemat. CDMA yang selalu menyatakan dirinya murah juga belom tentu murah. Sekarang ini paling aman dan nyaman adalah menggunakan GSM, karena kualitas layanan GSM yang jauh di atas kualitas layanan CDMA, banyak pilihan operator yang artinya harga bersaing dan juga layanan GSM ini tersedia di 98% negara di dunia sehingga bisa roaming atau tinggal beli sim card di negara tujuan saja.

Saya tidak mau cium kodok

Kalau kita baca cerita anak2 dari negri lain, ada sebuah kisah tentang seorang putri yang mencium kodok, dan kodoknya berubah menjadi pangeran. Tetapi disini lain. Kodok yang dimaksud dalam demonstrasi dari sekar (serikat karyawan) PT. telkom adalah Mr. abdul rizal bakrie.

Sekar menolak Flexi di merger dengan bakrie telkom dengan berbagai alasan:

  1. Bakrie bukan perusahaan yang menunjukkan itikad baik. sekar beragumentasi bahwa dalam bencana lapindo, bakrie beritikad tidak baik, maka itu abdul rizal bakrie di umpamakan sebagai kodok
  2. Menurut Sekar, adanya indikasi bahwa nilai flexi sengaja di murahkan, untuk mencuri aset negara.

 

Lalu kenapa sih sepertinya telkom dan juga esia ingin banget merger. Berikut ini adalah alasannya:

  1. Esia Telkom dan juga Telkom Flexi bukanlah perusahaan yang profitable. Kedua perusahaan ini berdarah2 dalam keuangan.
  2. Rata2 pengguna CDMA juga memiliki GSM, dan CDMA hanya dipakai sebagai telpon murah, sehingga operator tidak untung.
  3. Sebagai tambahan, Smart, Fren & Starone juga memperlihatkan cash flow yang sama.
    • Starone tidak lagi di urus oleh indosat, karena CDMA kurang peminatnya di Indonesia
    • Fren sampai bangkrut total, dan di jual ke Smart. saking parahnya Fren utang ke PT. Tower bersama & penyedia peralatan BTS mereka, sampai kalau dijual sekalipun, Fren tidak dapat bayar utangnya.
    • Smart, juga kebingungan. Mencoba memasarkan blackbery CDMA, tapi tidak ada peminatnya, dikarenakan CDMA tidak lazim. Tidak dapat dibawa keluar negri. Sudah mahal tidak lebih baik.

Nah lalu, apakah artinya merger esia/flexi ini:

  • Bagi Esia & Flexi, bagus di short term, karena ketika merger, dan mereka melakukan layoff. berarti bayar gaji pegawai berkurang, tetapi pemasukan tetap…. dengan asumsi pelanggan flexi tidak ngabur takut kodok.
  • Bagi pengguna CDMA, berarti CDMA menjadi semakin kurang menarik, karena tinggal 2 pemain doank. yaitu: smart-fren & esia-flexi.
  • Akan berakibat orang makin takut ke CDMA, karena kalau esia-flexi harga naik, cuma bisa ganti kartu ke smart-fren, dan sebaliknya.
  • GSM akan semakin merajarela, karena dengan membeli handphone GSM, berarti banyak pilihan.

Mafia SMS

Hati2 dengan mafia SMS!!

Sebenernya ini sudah ada beritanya di koran, online publication, dan lain2. Tetapi yang selama ini ditulis oleh koran dan lain2 itu, hanyalah dusta yang membantu oknum jahat meloloskan rencananya. Saya baru sempat menulis article tentang ini, karena blog saya baru mulai.

Belakangan ini ada isue tak sedap bahwa operator memberi SMS murah adalah menyalahi aturan pemerintah, dan SMS murah merugikan pengguna handphone.

Saya ingin menjelaskan bahwa pernyataan tersebut adalah SALAH!!! dan issue ini sengaja dilontarkan oleh MAFIA SMS.

Lengkapnya adalah ada oknum yang ingin mendapatkan duit dengan mudah dan menurut saya ini duit haram. Oknum tersebut dengan mendorong/mengajak/menebar issue bahwa SMS murah merugikan pengguna handphone karena menyebabkan pengguna handphone banyak mendapat Junk SMS.

Sebelomnya saya harus menjelaskan cara/etika SMS di belantara international. Di seluruh dunia… KECUALI america serikat, SMS adalah SENDER KEEP ALL. yang artinya pengirim menerima semua duit. saya rasa ini sudah cukup jelas artinya. Di amerika serikat, operator pengirim menerima duit yang ditagih dari penggunanya, tetapi si penerima juga menerima duit yang ditagih dari penggunanya juga. misalkan si A menggunakan operator AA, si B menggunakan operator BB. Bila A mengirim SMS ke B, maka operator AA akan memotong pulsa A karena mengirim SMS, dan operator BB akan memotong pulsa B karena menerima SMS.

Ini dikarenakan bahwa SMS sebenenrya hanya menggunakan resource yang sangat kecil dibandingkan dengan voice. 1juta SMS mungkin menggunakan resource yang sama seperti 1 menit suara. Maka dari itu nilai SMS sebenernya murah.

Di luar negri, banyak operator yang menawarkan bulk sms. misalkan 1 bulan 1000 sms = US$1, 5000 sms = US$2, unlimited sms = US$ 5. Jadi apa yang dilakukan Axis, Three, XL, Indosat, Telkomsel adalah wajar.

Lalu kenapa dulu SMS mahal banget:

  • karena dulu persaingan tidak seketat sekarang
  • karena harga perangkat turun terus. sebagai contoh jaman dulu handphone dumbphone harganya bisa 10jutaan, tidak berwarna, segede batu bata, sekarang yang kecil tidak bewarna aja ngak sampe 300ribu. begitu juga dengan harga BTSnya. sudah turun jauh.
  • Dulu digunakan oleh sedikit orang, sekarang banyak, jadi investasi operator yang mahal dibagi angka besar, harga SMS bisa murah

Nah, lalu apa hubungannya dengan tulisan ini…. Saya melihat ada pihak2 tertentu yang tidak puas, dan ingin mengambil keuntungan yang bukan miliknya tanpa bekerja keras. Mereka memaksa operator menyetujui untuk memasang alat di antara operator sebagai counter, untuk dikenakan pajak/fee.

saya ambil contoh. pada saat ini jika kita sms dari telkomsel ke indosat, sms nya itu akan langsung jalan dari servernya telkomsel ke indosat. begitu juga bila kita sms dari indosat ke proxl. dan seterusnya.

Nah oknum itu menginginkan memasang alat, jadi bila telkomsel mengirim sms ke indosat akan melalui alat si oknum tersebut. bila proxl ingin menirim sms ke telkomsel melalui alat si oknum tersebut. dan oknum tersebut akan mengambil duit / fee yang akan dibagi antara pemerintah indonesia dan pemilik alat (oknum tersebut).

Saya merasa rencana ini adalah rencana kriminal yang sangat kurang ajar. kenapa sesuatu yang sudah berjalan sekarang harus ada calonya.

saya ambil contoh lain. saat ini e-mail boleh dibilang gratis, dan mendapatkan junk mail adalah hal wajar, kenapa mendapatkan junk sms harus ribut2?

maka dari itu saya harap kita-kita ini jangan sampai termakan issue negative bahwa sms murah merugikan kita. karena ini issue sengaja ditebar oleh oknum yang bermaksud kurang ajar.

Semoga tulisan ini menggagalkan rencana oknum jahat tersebut untuk merampok duit masyarakat umum tanpa bekerja keras.!!!

Tarif Telpon Antar operator

UPDATE:

Sudah saya update article ini, yang baru disini:

https://tariftelpon.wordpress.com/2011/01/18/tarif-telpon-antar-operator-update/

Baca pos ini lebih lanjut

kelemahan CDMA

Di negera2 yang ada CDMA dan GSM, first time user sering dibingungkan dalam hal membeli handset. CDMA atau GSM.

Berikut ini adalah kelemahan2 CDMA dibandingkan dengan GSM:

  • CDMA hanya dapat dipakai di 40 negara, GSM dapat dipakai di 99% negara lainnya. Yang artinya bila kita berpergian keluar negri, dan hanya punya CDMA, siap2 saja merasa sedih salah beli handphone.
  • Punya handphone CDMA sekalipun tidak menjamin bisa dipakai di luar negri. Misalnya korea. CDMA di korea semuanya adalah suntik, bukan dengan RUIM.
  • CDMA tidak di design untuk high mobility. Di Indonesia Freen & Smart memberikan nomor national, dan flexi bisa roaming seenak perutnya hanya dengan pencet tombol2 rahasia (*77), tetapi itu cuma di indonesia. apabila anda ke negara lain yang menggunakan CDMA, belom tentu bisa. karena kebanyakan CDMA itu adalah limited mobility. yang hanya bisa digunakan di wilayah tertentu seperti layaknya flexi home. bila anda daftar di pluit, hanya bisa dipakai di pluit, bila anda daftar di thamrin/sudirman, hanya bisa di pakai di thamrin/sudirman
  • CDMA sudah tidak di support oleh perusahaan besar lagi. nokia/motorola/samsung/lg hanya mengeluarkan handphone low-end CDMA, karena pengguna CDMA sekarang hanya orang2 yang sudah terlanjur basah pake CDMA. selebihnya handphone2 CDMA itu buatan yang tidak tau kualitasnya bagus atau tidak.
  • CDMA tidak bisa SMS keluar negri, andaikata bisa, ribet sekali. jadi mendingan beli GSM aja, atau tidak bisa SMS saudara yang sedang keluar negri / naek haji.
  • Jumlah pengguna CDMA makin hari makin berkurang. saat ini hanya ada 4 negara yang besar di CDMAnya. yaitu China, Indonesia, India, Korea. Akan tetapi di china karena dipakai untuk limited mobility, dan penggunanya juga makin berkurang, di indonesia, walaupun sudah 18 jutaan pengguna (14 juta flexi, 4 juta esia, 100ribu smart/fren, 10ribu starone), operator cdma merasa seret banget. tidak profitable.
  • Harga jual kembali handphone CDMA sangat rendah, yang mencerminkan tidak ada pembelinya, alias, technology mati. siap2 pesawat telpon cdma anda seperti kaset video yang tersingkirkan oleh vcd lalu dvd.

kesimpulan.

diperlukan keberanian besar untuk meng-comit ke CDMA pada saat ini.

%d blogger menyukai ini: