Perang MegaPixel

Seiring dengan waktu, megapixel di camera dan handphone beranjak naik, dari VGA quality menjadi 1MPixel, 2,3,4,5,6,8,10, dan 12MegaPixel. Tetapi peningkatan mutu tidak terjadi dengan peningkatan mega pixel. Hal ini desebabkan ada hal lain yang lebih penting dari mega pixel, yaitu sensor size (besarnya sensor CCD).

Apa sih sensor size itu?

Sensor size adalah luas area sensor yang menerima sinar/pencahayaan sehingga gambar bisa terbentuk. Semakin besar sensornya, berarti detail gambar akan semakin besar pula. Bila sensor size kecil, tapi mega pixel besar, artinya gambar akan banyak noise. Yang baik adalah sensor size tidak dipaksakan untuk megapixel yang diluar kemampuannya.

Berikut ini adalah sensor size nokia N8, sesuai dari homepage nokia, yaitu 1/1.83″:

untuk perbandingan:

  • Sony Ericsson Satio – 1/2.5″ (12MP)
  • Samsung Pixon12 – 1/2.5″ (12MP)
  • Nokia N86 8MP – 1/2.5″ (8MP)
  • Sony Ericsson Vivaz – 1/3.2″ (8MP)

Bila kita lihat, ternyata Nokia N86 8MPixel punya sensor size ternyata sama dengan Satio & Pixon yang di rated 12MP. Artinya bila kita menggunakan Satio & Pixon, lalu kita setel pada 8MP, hasil photo (tingkat noise) seharusnya sebanding.

Dalam hal ini, saya melihat nokia dalam N-series yang ditujukan khusus untuk photographinya ternyata di atas kelas camera phone pada umumnya, dan menggunakan sensor size yang setara dengan camera digital di kelasnya.

Jadi N86 8MP itu setara dengan digital camera yang 8MegaPixel, bukan dengan camera phone 8MP. Begitu juga dengan Nokia N8. Nokia N8 12MPixel itu lebih baik dari satio maupun Pixon. N8 12MPixel itu setaranya dengan camera digital 12MP.

Tambahan lagi.

Pada handphone2 bermerek international seperti samsung, sony, dan nokia standardnya tidak tentu sama dengan camera digital atau camera phone yang mereknya tidak begitu diketahui secara international. Jadi jangan membandingkan merek lokal 12MPixel dengan (misalnya) nokia N86 8MPixel. Yang terpenting adalah mengetahui dulu besarnya sensor size karena semakin besar sensor size, semakin besar detail gambar yang dapat dihasilkan. Yang kedua tentu saja adalah kematangan dari firmware camera tersebut. Dalam hal ini saya sangat meragukan hasil camera dari produsen barang2 murah yang terkenal itu, karena untuk mematangkan sebuah firmware camera di butuhkan waktu dan dedikasi yang besar.

Untuk article tentang kamera digital dan megapixel dapat di baca dari salah satu bloger Indonesia yang emang ahli dibidang kamera digital.

Pengalaman handphone murah

seklias saya akan berbagi pengalaman dengan handphone murah tidak bermerek.

Saya ada seorang kawan yang baru2 ini membeli sebuah handphone bermerek antah berantah. Yang saya maksud dengan antah berantah disini bukannya bener2 tidak ada merek. Perusahaan handphone tersebut memajang iklan cukup banyak dijalanan dan koran.

Hanya dengan 400rb-an saja, handphone berkeypad QWERTY dapat dimiliki dengan mudah.

Ceritanya, kawan saya tersebut, dengan membawa handphone yang baru dimilikinya selama 10 hari pergi membeli soto ayam di dekat rumahnya. Pada saat mau membayar, handphone tersebut di letakan pada kantung makanan bersama dengan soto. sesampainya dirumah, handphone nya mati total. padahal tidak terkena tumpahan air. hanya karena di taruh bersebelahan dengan soto.

Jujur saja, saya belom pernah melakukan hal yang sama dengan handphone bermerek papan atas seperti nokia, sony ericson, samsung, lg, dll. Tapi saya hanya bingung saja, dan jadi was-was dengan barang murah yang murahan.

Bila dari pembaca ada yang mengalami hal yang sama, harap di share.

Terima kasih.

%d blogger menyukai ini: