Trend telpon rumah/kantor

Ternyata telpon dengan mengunakan kawat (non-wireless) rihwayatnya sudah semakin di ujung tanduk.

Dinegara2 maju, jumlah pemakai fix line jumlahnya berkurang antara 35%-50%. Sebagai contoh, sekarang banyak rumah di negara2 maju yang tidak memiliki telepon kawat sama sekali, dan hanya memakai handphone.

Dinegara2 berkembang, datanya emang tidak jelas banget, karena pemilik telpon kawat tidak mau mempublish secara jelas. Tetapi menurut perkiraan ITU terjadi penurunan antara 25%-40%.

Saya memiliki kawan yang menjadi sub-kontraktor PT. Telkom di bidang pemasangan/pemutusan jaringan. Jadi kalau ada yang mau pasang telepon atau putus telepon, PT dari kawan saya yang di utus. Bedasarkan informasi dari kawan saya. Di seluruh Indonesia saat ini lebih banyak yang memutuskan jaringan fix line dari pada memasangnya. Jumlah yang putusin saluran 2 kali lipat dari pada jumlah yang pasang.

Pemikiran kenapa pada memutuskan fix line adalah, saat ini banyak keluarga yang seluruh anggota keluarganya sudah memiliki handphone. dan bila memakai fix line lagi, harus bayar abodemen telepon Rp. 50,000 / saluran. padahal tidak dipakai. Lebih baik uang Rp. 50rb nya di belikan pulsa.

…. Hari gini masih pake fix line PT. Telkom???…

…. Hari gini masih bayar abonemen telpon???…

Iklan

Tarif Telpon Antar operator

UPDATE:

Sudah saya update article ini, yang baru disini:

https://tariftelpon.wordpress.com/2011/01/18/tarif-telpon-antar-operator-update/

Baca pos ini lebih lanjut

CDMA vs. GSM… the begining.

Seharusnya sih GSM vs. CDMA ya. Karena CDMA itu udah kalah dalam persaingan global dan akan punah dengan segera.

Sekilas mengenai perbandingannya.

CDMA

  • Di motori oleh QUALCOM, America. pada awalnya sangat sombong sekali. user membeli handset ada nomornya (dalam istilah bahasa kita2 ini… suntik). Tujuannya qualcom adalah memprotect operator. jadi user tidak dapat berpindah2 operator seenak perut. Dan operator dapat mengeruk keuntungan gila-gilaan ketika user pergi keluar negri dengan harga roaming yang bener2 tidak masuk akal.
  • Untuk memproduksi handphonenya dikenakan biaya royalti yang mahalnya minta ampun. pada awal2 2000-1x keluar, US$100/handphone, lalu setelah sadar akan kekuatan GSM turun menjadi US$40/handphone. Saat ini sudah tinggal beberapa dolar saja.

GSM

  • Di motori oleh GSMA (GSM Asociation), yang merupakan asosiasi pembuat handphone GSM seperti nokia, motorola, sony, ericson (sekarang sony ericson), siemens, samsung, lg, dll…
  • Tidak sombong seperti qualcom, dari pertama di design, emang sudah di setel dengan menggunakan SIM card, sehingga user bisa ganti2 kartu SIM kapan saja.
  • Tidak memerlukan royalti yang besar, sehingga handphone GSM bisa lebih bersaing di bandingkan CDMA.
%d blogger menyukai ini: