Kenapa America membenci Nokia

Nokia tidak menerima kejayaannya begitu saja dari langit. Dalam prosesnya, banyak yang menjadi korbannya.

Korban2 nokia (urutan tidak menentukan qualitas/quantitas korban)

1. Qualcom

Qualcom adalah pemilik hak patent atas modulasi CDMA. Qualcom bermarkas besar di America Serikat. Nokia sempat mendukung 2 buah modulasi, yaitu GSM & CDMA, tapi belakangan nokia menghentikan support smartphone pada CDMA, dan memfocuskan smartphone dan jajaran handphonenya pada GSM. Alasan nokia smartphone keluar dari CDMA adalah karena CDMA dinilai nokia tidak akan mampu bertahan melawan GSM. Pada saat itu CDMA adalah pendukung NON-SIM CARD (alias suntik), sedangkan GSM adalah pendukung SIM card. Nokia percaya bahwa pengguna handphone tidak dapat dikorbankan kebebasannya. Pengguna handphone adalah raja. Sedangkan Qualcom percaya bahwa untuk memaksimalkan profit operator, pengguna handphone harus di ikat, tidak bisa pindah2 operator sembarangan, dan kalau keluar negri dan roaming, itu adalah bahan untuk extra profit dari operator. Dan kenyataannya sekarang ini GSM mendominasi 95% dari pasaran. Hal ini membuat Qualcom cukup dongkol, karena waktu itu nokia sudah lulus uji coba symbian CDMA 6635, yang akan merupakan smartphone nokia yang ke 5 setelah 7650, 3650, 6600, 6630. Dan pada saat itu perbandingan jumlah pemakai GSM dan CDMA masih sekitar 1:4 – 1:5. Jadi CDMA belom kalah jauh banget, dan masih mungkin ngejar.

2. Palm

Palm adalah pesaing utama Symbian. Pada masa awal2 sebelom symbian, Palm bersaing ketat dengan Psion (yang akhirnya berubah menjadi symbian). Masuknya Psion/Symbian ke dunia ponsel cukup mengejutkan pihak Palm.

Ketika itu OS Palm dan Symbian terkenal akan kemudahan penggunaannya (easy of use). Tetapi perbedaan utama antara symbian dan palm adalah symbian di design sebagai OS yang dapat memakai batery AAA selama 1 bulan. Sedangkan Palm haus akan batery. Pada saat symbian masuk ke dunia handphone, penjualan palm hancur besar2an. Dan palm tidak dapat melawannya, karena pada saat itu bila handphone menggunakan operating system Palm, dalam waktu 6-9 jam batery nya akan habis.

Ketika Palm berhasil membereskan masalah OSnya. Palm sudah kehabisan dana, peluang dan pendukung.

3. Microsoft Windows CE/Mobile

Microsoft sempat menjadi pesaing Symbian & Palm di dunia PDA. Kelebihan Microsoft Windows adalah orang kenal dengan microsoft, dan mengganggap bahwa windows adalah hebat. Kekurangan Windows adalah karena ingin membuat miniatur OS Windows yang di computer, tampilan jadi tidak baik. banyak space/tempat yang terpakai untuk gambar windows/kotak. Pada saat itu Palm dan symbian tampilannya lebih cocok di handphone/pda.

Windows tidak bertahan lama. Mencoba berevolusi beberapa kali, tetapi akhirnya tidak mampu melawan kekuatan symbian.

4. Motorola

Motorola adalah perusahaan handphone nomor 1 sebelom nokia mengambil alih pada tahun 1998. Setelah itu hanya dalam kurun waktu 4 tahun Motorola berada pada posisi 9. Motorola sudah hampir bangkrut beberapa kali. Pada tahun 2010 Motorola menjual divisi non-mobile phonenya ke Nokia.

5. Siemens, philips, Erricson, Alcatel.

Ini 4 adalah perusahaan Eropa yang tidak mampu bersaing dalam dunia ponsel.

KATA AKHIR:

Korban nomor 1-4 nokia, semuanya bermarkas besar di Amerika. Dan Qualcom memiliki hubungan yang baik dengan kongress (DPR/MPR) amerika. Qualcom adalah salah satu perusahaan yang mendukung america waktu perang di Irak. Qualcom sempat marah ketika pemerintahan Irak yang baru ketika akan membangun fasilitas handphoneya lagi memilih GSM. Qualcom pada saat itu mendesak pemerintah Amerika untuk menekan Irak supaya memilih CDMA bila ingin mencairkan bantuan dana setelah perang dari America.

Maka dari itu sepertinya media America selalu memberikan nada negatif bila me-review Nokia, dan sepertinya media di Indonesia semuanya latah. Hanya bisa mengulang apa saja kata2 america.

Sebagai contoh, media di amerika sering menggambarkan user interface dari nokia symbian (dan juga symbian^3) sangatlah tidak user friendly. Saya kebetulan memiliki iphone warisan dari saudara di luar negri. Harus saya akui bahwa perbedaan user interface iphone dan nokia adalah, anak umur 3 tahun saya dapat mengerti iphone dalam waktu 1 menit dan nokia symbian^3 dalam waktu 5 menit. Pendek kata user interface iphone adalah mudah digunakan. Akan tetapi itu bukanlah sesuatu hal yang menentukan. Ada hal2 lain yang menentukan, seperti misalnya kalau di compare dengan N8, ada HDMI + analog TV out pada N8. Ganti kartu dari XL ke As, sampai ke provider luar negri, settingan GPRS selalu sudah tersedia pada nokia. Belom lagi faktor harga. Untuk hal yang lebih baik, nokia lebih murah. Bilamana media amerika mengatakan bahwa user interface nokia adalah sampah, jadul, saya rasa hanya bisa dikatakan mereka kalah oleh anak umur 3 tahun. Satu hal lagi yang sering dibawa2 oleh media america. Web browser iphone lebih baik dibandingkan nokia. Saya hanya ingin menambahkan, dalam beberapa aspect benar. Web browser iphone lebih cepat, lebih responsive, akan tetapi tidak bisa liat flash. Nokia web browser support flash. Ini adalah hal yang tidak pernah dikatakan media amerika ketika membandingkan nokia dengan iphone, akan tetapi ketika membandingkan google android dengan iphone, akan di tulis.

Contoh lainnya adalah, ketika iphone 2G keluar, iphone belom bisa MMS, belom bisa video call, belom bisa multitasking. Media america mengatakan siapa yang butuh MMS, kalau bisa kirim foto melalui email. MMS itu bayar, email gratis (dengan asumsi pake internet unlimited). Tetapi ketika iphone 3GS keluar bisa MMS, media america memuji bahwa iphone telah merubah yang baik menjadi lebih baik. Sama juga dengan video call & multitasking. Pada saat iphone non-4G keluar, ketika nokia menonjolkan video call & multitasking, media america mengejeknya, tetapi ketika iphone 4 keluar dengan multitasking & video call, media america seperti kesurupan. Lihat anecdotal mengenai iphone4.

Selain korban di atas, competitor nokia yang baru adalah Apple & Google Android & juga Microsoft yang berusaha lagi dengan Windows7Mobilenya, yang mana bermarkas besar di America. Dan juga BlackBerry yang merupakan tetangga Amerika. Maka dari itu bilamana kita melihat sentiment negatif dan pro ke android/apple dari media di america, itu adalah bentuk antipati mereka kepada musuh amerika…. yaitu nokia.

 

UPDATE:

harap melihat lanjutan article ini disini: https://tariftelpon.wordpress.com/2011/02/15/dijajah-amerika/

Iklan

CDMA vs. GSM… the begining.

Seharusnya sih GSM vs. CDMA ya. Karena CDMA itu udah kalah dalam persaingan global dan akan punah dengan segera.

Sekilas mengenai perbandingannya.

CDMA

  • Di motori oleh QUALCOM, America. pada awalnya sangat sombong sekali. user membeli handset ada nomornya (dalam istilah bahasa kita2 ini… suntik). Tujuannya qualcom adalah memprotect operator. jadi user tidak dapat berpindah2 operator seenak perut. Dan operator dapat mengeruk keuntungan gila-gilaan ketika user pergi keluar negri dengan harga roaming yang bener2 tidak masuk akal.
  • Untuk memproduksi handphonenya dikenakan biaya royalti yang mahalnya minta ampun. pada awal2 2000-1x keluar, US$100/handphone, lalu setelah sadar akan kekuatan GSM turun menjadi US$40/handphone. Saat ini sudah tinggal beberapa dolar saja.

GSM

  • Di motori oleh GSMA (GSM Asociation), yang merupakan asosiasi pembuat handphone GSM seperti nokia, motorola, sony, ericson (sekarang sony ericson), siemens, samsung, lg, dll…
  • Tidak sombong seperti qualcom, dari pertama di design, emang sudah di setel dengan menggunakan SIM card, sehingga user bisa ganti2 kartu SIM kapan saja.
  • Tidak memerlukan royalti yang besar, sehingga handphone GSM bisa lebih bersaing di bandingkan CDMA.
%d blogger menyukai ini: