Tips membeli layanan internet

Berikut ini adalah kiat berlangganan internet. Yang akan saya tekankan bukanlah pilih operator selular mana, tetapi hal2 yang lebih mendasar.

Wireless vs. Wired.

Berlangganan internet wireless memiliki keuntungan yang tidak dapat dilawan oleh wired, yaitu keuntungan dapat bergerak2 dan masih dapat menikmati internet. Dan bilamana pengguna adalah orang yang tinggal sendiri (misalnya kost), tidak ada gunanya berlangganan 2 internet (wired+wireless). Akan tetapi internet Wired memiliki keuntungan yang tidak dapat dilawan oleh wireless, yaitu Kecepatan yang lebih stabil & hampir tidak ada quota.

Permasalahan wireless yang utama adalah Bandwith (kecepatan) itu dipengaruhi oleh jumlah orang yang akses ke BTS (Base Transmission Station) pada saat bersamaan. Apabila sebuah BTS memiliki misalnya 300MBPs, dan hanya 1 orang yang sedang ber-internet ria, yang lainnya tidur, theoretical maximum speednya adalah 300MBps atau sesuai dengan technology handphonenya… mana yang lebih rendah (kalo handphonenya cuma bisa GPRS ya ngak bisa cepet juga). Hal inilah yang menyebabkan wireless & wired selalu ada pro & kontranya.

Layanan internet wired pada saat ini yang terbaik adalah menggunakan Fiber optik seperti layanan biznet. Layanan dengan fiber optic ini memiliki theoretical maximum speed sebesar 40GBps. Pada saat ini kita dapat menyewa internet dengan link ke internet dari biznet dengan kecepatan up to 20MBps dengan dengan QOS 5jam. Yang artinya dalam 1 tahun di jamin downtime dan gangguan speed bila di total tidak melebihi dari 5 jam. Tetapi kedepannya biznet dapat saja memberikan layanan 100MBps atau 1GBps ke pelanggan tanpa upgrade hardware/software apapun. Di luar negri layanan internet dengan fiber berkecepatan 100Mbps sampai ke rumah bukan barang aneh lagi. Pada saat ini telkom juga sedang merubah jaringan mereka untuk dapat memberikan layanan fiber optik secara national di tahun 2015.

Solusi Hybrid atau solusi banci?

Selain wired dan wireless tersebut, baru2 ini ada layanan yang sebenernya termasuk hybrid/banci solution. Saya katakan hybrid/banci karena menurut saya solusinya tidak bener2 true wireless. Layanan tersebut adalah WiMax dari Sitar yang dimiliki oleh Lippo Group.

Kekurangan dari layanan Wimax ini adalah, walaupun sebenernya wireless, tetapi tidak benar2 true wireless. Lisensi Wimax di Indonesia adalah per daerah. bukan national. Jadi apabila saya berlangganan wimax ke perusahaan sitar tersebut di jakarta, saya hanya bisa pake di jakarta, karena sitar hanya beroperasi di jakarta saja.

Emang secara harga wimax mengikuti harga wired dan di arahkan untuk bersaing dengan FastNet & Telkom Speedy dengan pertimbangan harga wired tapi bisa di gotong2 ke seluruh jakarta. Tetapi jangan lupa, bahwa karena technologynya wireless, maka wimax tidak dapat melawan kekurangan utama dari wireless, yaitu bahwa bandwithnya itu di share. Jadi bilamana ada 1000 pelanggan di suatu daerah, sudah pasti semua pelanggan tersebut akan ngomel2. Hal ini berbeda dengan FastNet, Speedy & Biznet yang menggunakan technology wired, yang tidak akan ada masalah tersebut. Dan juga dikarenakan Sitar dari Lipo Group mentargetkan pelanggan wired, dan memberikan paket tanpa quota, maka itu kemungkinan besar penggunanya akan memakai bandwith besar2an seperti wired. Dan jangan kaget juga bilamana misalnya di tahun2 akan datang layanan dengan kecepatan 20MBps dengan technology kabel telpon atau coaxial dapat dinikmati dengan harga terjangkau. Karena di luar negri semisal singapore, hongkong, korea, japan, findland, new zealand, layanan 20MBps ke rumah menguasai lebih dari 70% layanan broadband.

Selain itu yang ingin saya tambahkan adalah, Wimax sebenerya sudah ada dari 10 tahun yang lalu. Andai saja waktu itu Wimax berkembang di Indonesia, tentu saja pasti sudah menguasai pasar secara besar2an, karena waktu itu persaingan masih dikit, dan wimax mampu bersaing dengan wired. Akan tetapi WiMax di luar negri sudah mulai di afkir, karena technologynya mulai terasa jadul, dan jadi seperti technology banci, karena true mobile akan menggunakan celular technology yang bisa dipakai seluruh national dan bahkan bisa dipakai ketika ke luar negri (baik dengan cara roaming, atau beli kartu perdana di luar negri). Dan yang bener2 mengharapkan bandwith besar dengan stabilitas tinggi tidak akan mau meninggalkan technology wired nya (semisal fiber optic).

Saya tidak mau cium kodok

Kalau kita baca cerita anak2 dari negri lain, ada sebuah kisah tentang seorang putri yang mencium kodok, dan kodoknya berubah menjadi pangeran. Tetapi disini lain. Kodok yang dimaksud dalam demonstrasi dari sekar (serikat karyawan) PT. telkom adalah Mr. abdul rizal bakrie.

Sekar menolak Flexi di merger dengan bakrie telkom dengan berbagai alasan:

  1. Bakrie bukan perusahaan yang menunjukkan itikad baik. sekar beragumentasi bahwa dalam bencana lapindo, bakrie beritikad tidak baik, maka itu abdul rizal bakrie di umpamakan sebagai kodok
  2. Menurut Sekar, adanya indikasi bahwa nilai flexi sengaja di murahkan, untuk mencuri aset negara.

 

Lalu kenapa sih sepertinya telkom dan juga esia ingin banget merger. Berikut ini adalah alasannya:

  1. Esia Telkom dan juga Telkom Flexi bukanlah perusahaan yang profitable. Kedua perusahaan ini berdarah2 dalam keuangan.
  2. Rata2 pengguna CDMA juga memiliki GSM, dan CDMA hanya dipakai sebagai telpon murah, sehingga operator tidak untung.
  3. Sebagai tambahan, Smart, Fren & Starone juga memperlihatkan cash flow yang sama.
    • Starone tidak lagi di urus oleh indosat, karena CDMA kurang peminatnya di Indonesia
    • Fren sampai bangkrut total, dan di jual ke Smart. saking parahnya Fren utang ke PT. Tower bersama & penyedia peralatan BTS mereka, sampai kalau dijual sekalipun, Fren tidak dapat bayar utangnya.
    • Smart, juga kebingungan. Mencoba memasarkan blackbery CDMA, tapi tidak ada peminatnya, dikarenakan CDMA tidak lazim. Tidak dapat dibawa keluar negri. Sudah mahal tidak lebih baik.

Nah lalu, apakah artinya merger esia/flexi ini:

  • Bagi Esia & Flexi, bagus di short term, karena ketika merger, dan mereka melakukan layoff. berarti bayar gaji pegawai berkurang, tetapi pemasukan tetap…. dengan asumsi pelanggan flexi tidak ngabur takut kodok.
  • Bagi pengguna CDMA, berarti CDMA menjadi semakin kurang menarik, karena tinggal 2 pemain doank. yaitu: smart-fren & esia-flexi.
  • Akan berakibat orang makin takut ke CDMA, karena kalau esia-flexi harga naik, cuma bisa ganti kartu ke smart-fren, dan sebaliknya.
  • GSM akan semakin merajarela, karena dengan membeli handphone GSM, berarti banyak pilihan.

Hati2 dicurangi PT. Telkom

Melanjuti article saya yang sebelomnya.

Kalau pengguna fix line semakin berkurang, kenapa pendapatan fix line PT. telkom bisa bertambah.

HATI-HATI DI TIPU OLEH PT. TELKOM.

PT. telkom mengadakan paket bicara telpon, yang katanya bisa mempermurah bill telpon. Tetapi ini semua adalah akalan2 dari jajaran direksi telkom yang kinerja mereka semakin hancur karena trend menurunnya tarif telpon, dan menurunnya jumlah pelanggan telkom.

Paket tarif telpon telkom hanya murah jika kita:

  • menelpon ke handphone menggunakan fix line
  • menelpon sljj pada jam kantor
  • menelpon lokal

Jadi, kalau kita tidak melakukan itu semua. paketnya percuma.

Saya sendiri juga kena ditipu ama telepon. karena tagihan telpon masuk credit card. tidak perhatiin bahwa tiba2 tagihan telpon jadi Rp. 100rb, dari sebelomnya hanya Rp. 50rb-an. Dan ini berlangsung sudah 2 tahun. Sudah saja, saya putuskan telpon rumah. Dan setelah saya ceritakan ke kawan2, ada yang di kerjain telkom sampe Rp. 150rb, dari sebelomnya hanya Rp. 50rb.

Untuk hal2 gini apa harus lapor ke ICW atau kemana ya?

Trend telpon rumah/kantor

Ternyata telpon dengan mengunakan kawat (non-wireless) rihwayatnya sudah semakin di ujung tanduk.

Dinegara2 maju, jumlah pemakai fix line jumlahnya berkurang antara 35%-50%. Sebagai contoh, sekarang banyak rumah di negara2 maju yang tidak memiliki telepon kawat sama sekali, dan hanya memakai handphone.

Dinegara2 berkembang, datanya emang tidak jelas banget, karena pemilik telpon kawat tidak mau mempublish secara jelas. Tetapi menurut perkiraan ITU terjadi penurunan antara 25%-40%.

Saya memiliki kawan yang menjadi sub-kontraktor PT. Telkom di bidang pemasangan/pemutusan jaringan. Jadi kalau ada yang mau pasang telepon atau putus telepon, PT dari kawan saya yang di utus. Bedasarkan informasi dari kawan saya. Di seluruh Indonesia saat ini lebih banyak yang memutuskan jaringan fix line dari pada memasangnya. Jumlah yang putusin saluran 2 kali lipat dari pada jumlah yang pasang.

Pemikiran kenapa pada memutuskan fix line adalah, saat ini banyak keluarga yang seluruh anggota keluarganya sudah memiliki handphone. dan bila memakai fix line lagi, harus bayar abodemen telepon Rp. 50,000 / saluran. padahal tidak dipakai. Lebih baik uang Rp. 50rb nya di belikan pulsa.

…. Hari gini masih pake fix line PT. Telkom???…

…. Hari gini masih bayar abonemen telpon???…

Tarif Telpon Antar operator

UPDATE:

Sudah saya update article ini, yang baru disini:

https://tariftelpon.wordpress.com/2011/01/18/tarif-telpon-antar-operator-update/

Baca pos ini lebih lanjut

kelemahan CDMA

Di negera2 yang ada CDMA dan GSM, first time user sering dibingungkan dalam hal membeli handset. CDMA atau GSM.

Berikut ini adalah kelemahan2 CDMA dibandingkan dengan GSM:

  • CDMA hanya dapat dipakai di 40 negara, GSM dapat dipakai di 99% negara lainnya. Yang artinya bila kita berpergian keluar negri, dan hanya punya CDMA, siap2 saja merasa sedih salah beli handphone.
  • Punya handphone CDMA sekalipun tidak menjamin bisa dipakai di luar negri. Misalnya korea. CDMA di korea semuanya adalah suntik, bukan dengan RUIM.
  • CDMA tidak di design untuk high mobility. Di Indonesia Freen & Smart memberikan nomor national, dan flexi bisa roaming seenak perutnya hanya dengan pencet tombol2 rahasia (*77), tetapi itu cuma di indonesia. apabila anda ke negara lain yang menggunakan CDMA, belom tentu bisa. karena kebanyakan CDMA itu adalah limited mobility. yang hanya bisa digunakan di wilayah tertentu seperti layaknya flexi home. bila anda daftar di pluit, hanya bisa dipakai di pluit, bila anda daftar di thamrin/sudirman, hanya bisa di pakai di thamrin/sudirman
  • CDMA sudah tidak di support oleh perusahaan besar lagi. nokia/motorola/samsung/lg hanya mengeluarkan handphone low-end CDMA, karena pengguna CDMA sekarang hanya orang2 yang sudah terlanjur basah pake CDMA. selebihnya handphone2 CDMA itu buatan yang tidak tau kualitasnya bagus atau tidak.
  • CDMA tidak bisa SMS keluar negri, andaikata bisa, ribet sekali. jadi mendingan beli GSM aja, atau tidak bisa SMS saudara yang sedang keluar negri / naek haji.
  • Jumlah pengguna CDMA makin hari makin berkurang. saat ini hanya ada 4 negara yang besar di CDMAnya. yaitu China, Indonesia, India, Korea. Akan tetapi di china karena dipakai untuk limited mobility, dan penggunanya juga makin berkurang, di indonesia, walaupun sudah 18 jutaan pengguna (14 juta flexi, 4 juta esia, 100ribu smart/fren, 10ribu starone), operator cdma merasa seret banget. tidak profitable.
  • Harga jual kembali handphone CDMA sangat rendah, yang mencerminkan tidak ada pembelinya, alias, technology mati. siap2 pesawat telpon cdma anda seperti kaset video yang tersingkirkan oleh vcd lalu dvd.

kesimpulan.

diperlukan keberanian besar untuk meng-comit ke CDMA pada saat ini.

%d blogger menyukai ini: